
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.
Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.
Ditengah ke khawatiran status Rinjani "Waspada" karena meletusnya Gunung Baru Jari (Anak Gunung Rinjani) kami ber-4 memutuskan untuk tetap berangkat, alasan konyol tetap berangkat adalah karena ticket pesawat pulang sudah dibeli jadi dari pada hangus lebih baik tetap ke Lombok. Info yang kami peroleh pendaki bisa tetap ke Rinjani namun Naik dan Turun Via Sembalun dan tidak diperbolehkan nge camp di Danau.
Rencana ke Rinjani telah dirumuskan (ceilee kayak birokrat aja) sejak bulan Februari 2010, aku, arul, dan shusi hanya kontak via email karena kitapun sebetulnya baru kenal ketika akan ke Rinjani ini. Milis Indobackpacker lah yang mempertemukan kami. gw dan Shusi sempet keder juga karena saudaraku Arul amat sangat susah untuk dihubungi....hampir saja kami (aku n shusi) nekat berangkat sendiri. Alhamdulillah akhirnya semua dapat berjalan sesuai rencana..
Dari Stasiun Jatinegaralah perjalanan ke Lombok di mulai, 12 Mei Malam kami menumpang kereta ekonomi "Bengawan" dengan tujuan stasiun Lempuyangan Jogja. Ticket seharga Rp35.000,- murah meriah buat Backpacker. Suasana kereta malam itu amat sangat "menyesakkan" maklum besoknya 13 Mei adalah hari libur jadi banyak penumpang yang tujuannya adalah mudik ke kampung halaman mereka ke kota-kota di Jawa. Berdiri aja susah, masih mending aku karena cewe dapat t4 duduk meskipun "nebeng" sementara araul dan nunu baru dapat duduk setelah di Purwokerto. Suasana Full dan Panas bener2 menguras energiku seperti sauna saja. Tapi semua itu kunikmati saja, untuk menghilangkan kejenuhan kami saling bertukar cerita dengan penumpang lain Bapak-Bapak yang mudik untuk mengunjungi anak dan istri mereka tercinta.
13 Mei 2010 pagi kami sampai di Stasiun Lempuyangan Jogja, kekhawatiran tertinggal Kereta Sri Tanjung tujuan Banyuwani sempat menghantui kami karena kereta Bengawan terlambat sampai. Di Lempuyangan kami bergegas menuju loket, alhamdulillah Sri Tanjung belum berangkat. Tak lama setelah tiket kami genggam Sri Tanjung Datang. Kamipun melanjutkan perjalanan lagi. Di ticket tertulis Sri Tanjung Lempuyangan-Banyuwangi berangkat 7.30 tiba 21.30, oya harga ticket kereta kelas ekonomi ini Rp35.000 tanpa tempat duduk. Perjalanan panjang menuju ujung pulau Jawa pun di mulai. Soal logistik selama perjalanan tak perlu dikhawatirkan karena banyak pedangang yang berjualan makanan dan minuman. cukup Rp3000 untuk aqua 600ml. Buat makan antara Rp2000 (nasi kucing) Rp5000 lumayan porsinya lebih banyak...amat sangat cukup buat ukuranku.
Sekitar pukul 9-an malam kami sampai di Banyuwangi. Dari Stasiun kami berjalan menuju pelabuhan Ketapang. Karena perut sudah keroncongan kami memutuskan untuk makan dulu. Kami makan dengan lahap dengan menu Nasi, Pecel, telor, peyek kacang, plus segelas besar teh manis panas. Puas makan, mau tau berapa???? bertiga Rp15.000 only. tadinya kami mau naik mobil langsung dari ketapang sampe mataram ada yang menawari dengan harga Rp175.000. Tapi kami memutuskan untuk membeli ticket Ferry seharga Rp6.000 dan menyebrang ke pelabuhan Gilimanuk di Bali. Kami bertiga berlari menuju Ferry yang sudah akan berangkat. Pelayaran Ketapang-Gilimanuk ditempuh selama kurang lebih 1 Jam.
Sampai di Gilimanuk, semua penumpang di minta menunjukkan kartu identitas (ktp, atau sejenisnya) sebelum kemudian naik bus menuju terminal ubung. Untuk bisa duduk di bus menuju ubung (walaupaun hanya kebagian di bangku cadangan) kami membayar Rp35.000. Sampe di ubung jam 3-an WITA. dari Ubung ke Padang Bai dengan bus 3/4 dengan membayar Rp.30.000. Padang Bai-Lembar langsung naik bus dengan membayar Rp.45.000. Jika langsung naek Ferry ticket ferrynya aja Rp.33.000 untuk penyebrangan selama lebih kurang 5 Jam. Kondisi ferry cukup nyaman..sepanjang pelayaran kita bisa menikmati pemandangan yang ciiamik buanget. Turun di lembar bus yang kami tumpangi melanjutkan perjalanan lagi menuju Mataram (terminal mandalika) orang setempat menyebut Bertais. Di dekat terminal mandalika inilah kami bertiga menunggu kedatangan Shusi, teman yang satu ini berangkat belakangan dengan pesawat. Dari mandalika untuk menuju pos pendakian sembalun, sebelumnya kita menumpang angkutan Elf menuju aik mel yang berjarak sekitar 1,5 jam seharga Rp15.000, tapi pulangnya hanya Rp12.000 karena di tawarkan oleh kawan kami iyas (asli lombok). Sampe di aik mel udah magrib...kami shalat magrib dulu di masjid dekat aik mel. Jika masih siang kita bisa menumpang elf lagi..namun kami memilih untuk menumpang colt sayur karena lebih murah (berempat kami membayar Rp100.000; pulangnya Rp80.000 ber empat). Untuk perjalanan sekitar 1,5 jam menuju sembalun (base camp). Jika punya cukup money teman2 bisa menginap di pondok sembalun dengan tarif termurah Rp80.000/malam atau lembah rinjani dengan tarif termurah Rp135.000/malam.