Pulau Lombok saat ini sudah sangat dikenal di manca negara, Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah। Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.
Dulu sekali…sewaktu masih undergraduate student aku pernah berkhayal bahwa suatu hari nanti bisa mengunjungi Senggigi. Tak disangka bertahun-tahun kemudian akhirnya dream come true…
Semua berawal dari perkenalanku dengan teman2 backpacking ku di milis indobackpacker. Dengan tujuan utama adalah Gunung Rinjani di Lombok. Singkat cerita Mei 2010 akhirnya kita sampai di Lombok. Setelah “turun gunung” (he2 kayak lutung aja) Dan menuntaskan “dendam kesumat” karena kurang makan selama di gunung…dengan melahap Ayam Taliwang… Untuk sampai ke Senggigi dari Mataram naek bemo (angkot) atau naik ojeg. Dengan angkutan umum 2x naek, ojeg tarif Rp25.000 mungkin bisa nego. Kami berempat diantar pa Lalu sopir Lombok Taxi (Blue Bird Group). he2 katanya backpacker koq naek taxi??? Maklumlah kawan udah sangat letih…pakaian udh beberapa hari gak ganti plus jalan yang masih belum normal (pinjam istilah melayu…macam kingkong jalan tu ha). Dari hotel Rinjani di Jl. Catur Warga Mataram tempat kami menginap senggigi by taxi bisa ditempuh sekitar 10 menitan. Dengan taxi tak sampai Rp50.000 karena berempat….jadi murah lah.
Kami diturunkan pa Lalu di Jalan masuk menuju pantai lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai di depan petugas ticket masuk. Harga ticket untuk wisatawan domestic Rp1000,- murah banget ya? Masuk Ancol yang butek aja Rp10.000. Kami berjalan menyusuri pantai..Hups Gadhul Bashar (alias tundukkan pandangan tetep coy!) u know lah kenapa? kalo temen cowo sambil bercanda bilang “rezeki kagak boleh ditolak…mubazir huh!!…legalisation banget!” Selain menyaksikan hamparan pasir dan birunya laut….kita juga bisa “berperahu” tapi kami tidak melakukan itu entah karena duit “udah cekak” atau kami teringat pesan pa haji waktu membeli “mutiara” “ombak lagi besar tak usahlah berenang…beberapa waktu sebelumnya ada perahu wisatawan yang terbalik kata beliau.
Kami beruntung karena pantai tidak terlalu ramai…mungkin karena belum musim liburan, kalau musim liburan pasti ramai. Hari beranjak sore…beberapa pemancing mulai mengemasi kailnya…indahnya bisa menyaksikan sunset. Dari kejauhan samara-samar terlihat Gunung Agung di Pulau Bali..Langit mulai gelap….diikuti warna kemerahan….gerimis meninggalkan lengkung pelangi di Langit…Subhanallah indahnya ciptaan Yang Maha Kuasa…ku tuliskan namaku di hamparan pasir mu….Senggigi dengan janji suatu hari nanti ku kan kembali.....
No comments:
Post a Comment